Solusi
DEAD LINEku
Selesai dilaksanakan penilaian akhir semester atau ulangan akhir semester di sekolah, kegiatan segera beralih ke penilaian siswa. Entah mengapa, rentang dua minggu hingga menuju ke penerimaan rapor dipotong hingga hanya seminggu harus selesai. Ternyata, setelah waktu yang diberikan guna menyelesaikan rapor siswa berakhir, seminggu berikutnya adalah persiapan pembentukan pengurus komite sekolah, sosialisasi program sekolah pada semester berikutnya kepada wali murid, dan persiapan penilaian kinerja guru dan kepala sekolah. Ups! Membayangkan saja sudah pusing dibuatnya. Baiklah, akan aku jalani sesuai jadwal dan kekuatanku, niatku dalam hati.
“Tolong, selama liburan kita tidak usah berpikir untuk benar-benar libur!” kepala sekolahku mengingatkan.
Memang benar apa yang disampaikan beliau. Bagaimana tidak? Sekolah kami mendapatkan bantuan dari dana alokasi khusus silpa berupa rehab dua ruang kelas dan dua sanitasi sekolah, yang semuanya harus diselesaikan dalam waktu satu bulan. Jika kami tidak rajin mengecek pekerjaan tukang, bisa melar dari waktu seharusnya. Jadi baiklah, dalam sisa waktu dua minggu atau bertepatan dengan libur akhir semester ganjil ini, kami harus rela untuk tidak turut bersuka ria dalam menikmati libur.
Pada awal libur semester, mendadak kami mendapat kabar sekaligus undangan untuk sekolah penerima bantuan pemerintah tahun 2018. Bahagia rasanya, meski setelah sadar kami tersenyum kecut juga. Bagaimana tidak? Proses guna mendapatkannya juga harus merelakan sebagian waktu dan tenaga, dan itu pun dilakukan pada liburan ini. Yah, meski semua pekerjaan kami jalani bersama dengan rekan guru lainnya, tetapi mengingat rumahku adalah yang terjauh, maka serasa badan ini ditekan, sedemikian hingga tak bisa dipungkiri kepenatan datang
Post a Comment